Air Mata Buaya

13. Air Mata Buaya_Cover Artikel 07082025

metrouniv.ac.id – 7/08/2025 – 13 Safar 1447 H

Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Jurai Siwo Lampung)

“…realitas itu tidak dilihat langsung oleh orang, tetapi melalu tabir kata, konsep, simbol, budaya, persetujuan masyarakat….”
(Kuntowijoyo, 2007)

Salah satu topik yang cukup menantang dalam belajar Bahasa Inggris adalah idiomatic expression. Terasa sulit karena arti sebuah idiom tidak bisa ditebak berdasar kata-kata penyusunnya. Ambil contoh idiom ‘by the way’ yang berarti ‘ngomong-ngomong’. Maknanya terlihat begitu random, karena secara literal, ‘by’ berarti ‘dengan’, dan ‘the way’ berarti ‘cara’ atau ‘jalan’. Karena artinya yang sering terasa acak dan ‘tidak nyambung’ secara logika-gramatika, banyak pebelajar Bahasa Inggris memilih untuk membeli kamus khusus English Idiom lalu mencoba menghafal sebanyak mungkin idiomatic expression beserta artinya.

Meski di awal terdengar rumit, ternyata ada idiom Bahasa Inggris yang mirip dengan idiom yang dikenal dalam Bahasa Indonesia. Ia adalah ‘crocodile tears’ yang padanan langsungnya adalah ‘air mata buaya’. Nah, artikel singkat ini mencoba mengulik beberapa lapisan makna –historis, biologis, simbolik, dan Islami– di balik idiom crocodile tears.

Konon, sekitar abad ke-14, seorang penjelajah bernama Sir Mandeville mengembara ke beberapa tempat di dunia. Ia membuat banyak catatan menarik selama perjalanan. Salah satunya adalah kebiasaan buaya yang meneteskan air mata saat memakan mangsanya. Dalam satu fragmen, buaya terlihat menangis seperti sedang bersedih atau berempati. Di fragmen lainnya, buaya sedang melahap mangsanya. Jika dua fragmen ini disatukan, akan terlihat sesuatu yang kontras: bersedih namun tetap memangsa. Thus, sejak itu jika ada orang yang pura-pura menangis untuk menutupi kebrutalan yang dilakukannya, orang lain  akan berkata, “ah, itu cuma air mata buaya.”

‘Air mata buaya’ lalu menjadi cap untuk melabeli simpati semu, tangisan palsu, dan kesedihan yang sebatas pada roman semata. Ia semacam duka yang dicitrakan namun tak pernah dirasakan; ia seperti ratapan yang dibuat lirih namun hampa makna. Ia adalah kamuflase yang lahir dari kepura-puraan, bukan dari simpati atau empati yang sejati.

Secara ilmiah, air mata buaya muncul karena tekanan pada kepala buaya saat ia menggigit dan merobek daging mangsanya. Sebuah tekanan yang menekan kelenjar air mata, sehingga cairan bening keluar dan menciptakan kesan seolah-olah buaya menangis saat memangsa korbannya. Lalu menjadi jelas, tangisan buaya bukan sesuatu yang emosional, melainkan reaksi biologis semata. Fakta ini semakin memperkuat makna simbolik di balik ungkapan ‘crocodile tears’, bahwa ‘air mata buaya’ tidak pernah lahir dari ketulusan hati atau penyesalan, melainkan dari dorongan naluriah untuk bertahan hidup semata.

Karena sifatnya yang simbolik, idiom crocodile tears membuka tabir beberapa pesan moral. Bahwa tidak semua tangisan adalah cerminan penyesalan yang tulus; boleh jadi di balik air mata yang berlinang, terselip intensi untuk memanipulasi dan menyakiti. Bahwa air mata tulus dan palsu kadang kerap sukar dipisahkan. Bahwa air mata mampu menarik simpati, mengundang dukungan, dan mempengaruhi pandangan. Bahwa air mata buaya menjadi strategi untuk melakukan itu semua secara manipulatif.

Syahdan, dalam tradisi Islam, idiom ‘crocodile tears’ atau air mata buaya, tampak dekat dengan konsep kemunafikan. Air mata yang ditujukan untuk memanipulasi orang; tangisan yang digunakan untuk menutupi maksud jahat; isakan yang diperdengarkan untuk menyamarkan keculasan; dan ratapan yang dikumandangkan untuk melancarkan niat buruk, adalah dusta. Dan dusta adalah salah satu pemarkah kemunafikan.  Seperti sabda Sang Nabi Agung tentang tiga pemarkah orang munafik: dusta jika berkata, ingkar manakala berjanji, dan khianat saat diberi amanah. Semoga penulis, pebelajar Bahasa Inggris, dan sidang pembaca akan memahami makna ‘crocodile tears’ tanpa harus mempraktikkannya. Hadanallah wa iyyakum ajma’in.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.