Oleh : Dr. Siti Nurjanah, M. Ag.
Penulis adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro
Pandemi COVID-19 Pergi, Ramadhan Datang, Kaum Muslimin Menang
Taat kepada pemimpin adalah sebuah keharusan. Tahun 2020 ini Indonesia dan bahkan dunia sedang mengalami musibah besar dengan adanya wabah COVID-19. Peristiwa yang tragis terjadi dan telah menelan banyak jiwa, membuat semua jagat raya terengah-e engah olehnya. Pasien ODP, PDP dan bahkan akhirnya meninggal dunia semakin hari kian meningkat jumlahnya, meski banyak juga yang sudah dinyatakan sembuh. Namun demikian, akankah kalian masih meragukan peraturan Pemerintah untuk
#dirumah aja
#pakai masker jika keluar rumah
# jaga jarak
# rajin cuci tangan
#selalu berperilaku bersih.
Jangan karena merasa lingkunganmu aman, jauh dari zona merah, di pedesaan, lalu kau meremehkan aturan pemerintah. Kau tetap saja abaikan ajakan Pemerintah. Kau tetap kesana kemari tanpa tujuan penting. Kau tetap saja tidak pakai masker jika keluar rumah, kau tetap tak jaga jarak, kau tak mau rajin cuci tangan, dan kau tak mau berperilaku bersih dalam hidupmu??? Bukankah sudah jelas dalam Al-Qur an bahwa “Taatilah Allah dan RasulNya serta pemimpin-pemimpinmu”.
Maka mengikuti aturan Pemerintah wajib hukumnya. Apalagi dalam kondisi darurat sekarang ini, Pemerintah sangat serius menangani musibah ini. Segala daya dan upaya dilakukan demi membasmi wabah ini.
Masyarakat yang terdampakpun menjadi prioritas penanggulangannya oleh Pemerintah. Maka semua lini masyarakat dihimbau untuk melakukan solidaritas sosial demi membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang terdampak COVId-19. Baik dalam hal kesehatan berupa penyediaan APD, masker, sanitizer, disinfektan dan lainnya untuk kepentingan kesehatan. Juga dalam hal ekonomi dengan memberikan bantuan sembako, atau berupa finasial. Sehingga sampai hari ini prinsip “Peduli dan Berbagi” selalu gencar dilakukan oleh masyarakat pemerintah maupun masyarakat secara swakelola. Tujuannya adalah dalam rangka membantu sesama untuk saling berbagi rasa, yang berlebih berbagi dengan yang kekurangan sebagai rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan, dan yang kekurangan harus bersyukur kepada Sang Khaliq lewat nikmat bantuan yang didapat. Begitu indahnya jalinan sillaturrahim, interaksi sosial yang dibangun. Solidaritas sosial terwujud dalam jalinan kasih sayang dengan sesama.
Diantara peristiwa tersebut kita harus lihat dan rasakan juga bahwa anak- anak juga pasti terdampak, karena hak mereka untuk bebas berkreasi juga menjadi terbatas, mereka harus ikut tetap tinggal di rumah, sehingga masa sekolah merdeka mereka jadi terusik. Meski tetap harus belajar di rumah, namun mereka merasa tidak bebas, karena harus selalu mengerjakan tugas dan tugas setiap harinya.
Jenuh pasti dirasakan mereka, dan bahkan mereka tidak mau selesaikan tugas-tugas sekolahnya sesuai waktu yang diberikan.
Kemerdekaan mereka di masa belajar terkoyak. Namun semua harus terjadi dan harus dialami, meski merontapun tetap menghadapi kenyataan ini.
Belum lagi pengorbanan Paramedis; Dokter, Perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang selalu berjuang demi kesehatan rakyat.
Begitu banyak diantara mereka yang telah gugur sebagai syahid dalam menjalankan tugasnya. Mereka juga punya keluarga yang pasti masih sangat memerlukan kehadiran mereka. Namun mereka rela meninggalkan keluarga demi tugas mulia menyelamatkan bangsa dan negara. Masihkah kalian mengabaikannya. Bantu mereka dengan tetap stay at home dan selalu mengikuti protokoler kesehatan yang telah ditetapkan.
Jangan bandel, dan jangan sombong, selalu ikuti ketentuan Pemerintah. Jaga kesehatan dan jangan lupa perbanyak ibadah, membaca Al-Qur an, infaq dan shadaqah, dan mari kita persiapkan diri menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan 1441 H dengan suka cita. Tetap ikuti aturan pemerintah. Kita jalankan ibadah puasa sesuai ketentuan yang diajarkan Rasulullah SAW, beiman dan bertaqwa hanya kepada Allah SWT Tuhan semesta alam.
Selamat datang bulan Suci Ramadhan 1441 H, sungguh kami telah merindukan kehadiranmu di setiap hela fafas ini. Semoga kita dapat menjalankannya lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
Kita doakan semoga pemimpin-pemimpin bangsa diberikan kekuatan lahir dan bathin dalam mengemban amanahnya untuk senantiasa melindungi rakyatnya, memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya. Mari kita jaga NKRI agar senantiasa aman, damai dan sentosa. Dijauhkan dari badai bencana, rakyatnya makmur sejahtera. Bahagia dunianya dan akhiratnya.
Ø¨ÙØ¯Ø© Ø·ÙØ¨Ø© ٠رب غÙ?ÙØ±
اÙÙÙ Ø§ÙØª Ù ÙØµÙد٠٠رضا٠٠طÙÙØ¨Ù
Ù٠خ٠سة اطÙ?Ù Ø¨ÙØ§ ØØ± اÙÙØ¨Ø§Ø¡ Ø§ÙØØ§Ø·Ù Ø©: اÙ٠صطÙ?٠٠اÙÙ Ø±ØªØ¶ÙØ ٠ابÙÙÙØ§ Ù Ù?اط٠ة
Mulyojati, 21 April 2020
Pemerhati Anak Kota Metro