TATA BAHASA DAN AGAMA

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – Selasa 25/02/2022

Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Metro)

“Different arrangements of words make different meanings, and different arrangements of meanings produce different effects.” (Pascal)

Penguasaan tata bahasa (structure and grammar) diduga kuat bertalian dengan etos kerja dan sikap beragama. Mafhum, bahwa pelajaran tata bahasa kerap berpusat pada kalimat. Sebuah kalimat, mengandung gagasan atau ide. Adalah gagasan atau ide yang kemudian mencuatkan makna. Pada gilirannya, makna menjadi landasan sebuah niat, motif, orientasi, intensi, dan sejenisnya. Tulisan ini mencoba mengulas arti kalimat, hubungan antara makna dan etos kerja, dan keterkaitan antara makna dan praktik beragama.

Pertama, arti sebuah kalimat ditentukan oleh posisi kata. Ada sebuah contoh klasik, yang untuk keperluan tulisan ini dilakukan sedikit adaptasi, yaitu People bike in Metro dan People in Metro bike. Kalimat pertama berarti Orang-orang bersepeda di Metro. Subjek kalimat, yaitu Orang-orang, bisa merujuk pada orang Metro, orang Punggur, orang Batanghari, dan lain sebagainya (yang tidak disebut, jangan marah). Kalimat kedua, menunjuk pada arti Orang-orang (di) Metro bersepeda. Cukup jelas, bahwa yang subjek kalimat hanya merujuk pada orang Metro. Kata-kata yang sama, yang diletakkan pada posisi yang tidak sama, akan menghasilkan arti yang berbeda.

Kedua, banyak yang membedakan antara arti dan makna. Banyak yang  tahu arti Good morning adalah selamat pagi. Mungkin tidak semua tahu bahwa Good morning bisa bermakna Silakan pergi ketika diucapkan oleh seorang bos kepada bawahannya yang datang terlambat. Contoh lain, Tiga dikali sepuluh sama dengan tiga puluh dan sepuluh dikali tiga sama dengan tiga puluh. Dua kalimat tersebut, secara arti tidaklah berbeda. Namun, boleh jadi memiliki makna yang tidak sama. Mahasiswa yang mempersiapkan diri untuk ujian dengan belajar 3 jam selama sepuluh hari menjelang ujian, tentu berbeda dengan yang belajar 30 jam  sebelum ujian berlangsung. Berbeda. Tidak sama. Tentu saja. Karena ini tentang etos kerja yang menghadapkan gagasan ‘sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit’ dengan strategi belajar ‘sistem kebut semalam’ (SKS). Meski hasil akhir boleh tampak sama, namun retensi informasi di dalam memori tidaklah sama. Easy come easy go, yang mudah datang mudah pergi.

Ketiga, pemaknaan terhadap kalimat, dalam hal ini firman Allah, berdampak pada kehidupan beragama. Ambil contoh, firman Allah dalam  QS Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu….” Boleh jadi, ada dua pemaknaan. Pertama, jika kita bersyukur, nikmat akan pasti bertambah. Kedua, jika ingin nikmat bertambah, kita mesti bersyukur. Sekilas, kedua pemaknaan tersebut tidak terlalu berbeda. Namun, sikap mental dan praktik beragama yang dimunculkannya boleh jadi sangat berbeda. Kalimat pertama berfokus pada sikap syukur pada ‘Pemberi nikmat’ (creator, agent, doer, subject), sedang kalimat kedua lebih menekankan pada ‘nikmat’ (creation, object). Mereka yang menganut makna yang tersemat pada kalimat pertama, tampak akan lebih mudah bersyukur daripada pendukung kalimat kedua.

Akhirnya, cara manusia memberi makna, membangun etos kerja, dan menjalankan agama, ada kaitannya dengan penguasaan tata bahasa. Manusia yang terlihat lebih cermat, lebih efektif, dan lebih spiritual, sangat mungkin karena pernah belajar tata bahasa. Tidak hanya pernah belajar, namun, mungkin, juga kerap mengalami adanya efek yang berbeda dari gugusan kata yang sama yang disusun secara berbeda. Pascal (via Madison, 1990) benar ketika menulis: ‘Kata-kata yang diatur secara berbeda, akan menghasilkan makna yang berbeda, dan pemaknaan yang berbeda akan menghasilkan dampak yang tidak sama.” Para guru yang mengajar tata bahasa tampak patut berkata, “Tata bahasa lebih dari sekedar pelajaran tentang membuat kalimat.” Lebih dari itu, tata bahasa adalah pengikat makna, pembentuk mental dan sistem kerja, dan penghela kehidupan beragama. Wallahu a’lam.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.