Jakarta, metrouniv.ac.id– UIN Jurai Siwo Lampung terus memperkuat transformasi tata kelola kelembagaan melalui digitalisasi layanan kepegawaian dan keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti Konsinyering Persiapan Implementasi Interkoneksi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) yang diselenggarakan Kementerian Agama pada 29 Juni–2 Juli 2026 di Orchard Hotel, Jakarta.

Keikutsertaan UIN Jurai Siwo Lampung dalam konsinyering ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan implementasi sistem yang mengintegrasikan data kepegawaian dengan sistem penggajian. Integrasi tersebut merupakan bagian dari transformasi digital Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, akurat, transparan, dan akuntabel.
Delegasi UIN Jurai Siwo Lampung terdiri atas Ketua Tim Kepegawaian Makhrus Saadon, Ketua Tim Keuangan Daniel Asbihani, PPABP Suwarno, PPDK Zulfi Anugerahwati, beserta staf yang mengikuti pendampingan teknis dan penyelarasan kebijakan selama empat hari.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., M.Ec.Dev., CRMP. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa interkoneksi SIMPEG dan AGW harus segera diimplementasikan sebagai fondasi pengelolaan administrasi kepegawaian dan penggajian yang terintegrasi di seluruh satuan kerja Kementerian Agama.
Bagi UIN Jurai Siwo Lampung, implementasi sistem ini memiliki arti penting mengingat pengelolaan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan untuk 252 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan interkoneksi SIMPEG dan AGW, setiap perubahan data kepegawaian akan langsung tersinkronisasi ke sistem penggajian tanpa memerlukan proses input berulang. Mekanisme ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkecil potensi kesalahan administrasi serta mempercepat pemenuhan hak-hak pegawai.
Sebagai bagian dari uji kesiapan implementasi, UIN Jurai Siwo Lampung telah mengalirkan 12 data perubahan kepegawaian melalui interkoneksi SIMPEG ke AGW. Data tersebut meliputi 4 pegawai yang mengalami kenaikan jabatan, 4 pegawai kenaikan pangkat, 3 pegawai dengan perubahan status tanggungan anak, serta 1 pegawai dengan perubahan status pensiun atas permintaan sendiri (APS). Keberhasilan sinkronisasi data tersebut menjadi indikator awal bahwa sistem terintegrasi mampu mendukung pengelolaan data kepegawaian dan pembayaran gaji secara lebih cepat, tepat, dan terdokumentasi.
Lebih dari sekadar pembaruan aplikasi, integrasi SIMPEG dan AGW menjadi fondasi penting dalam mewujudkan good university governance di UIN Jurai Siwo Lampung. Ketersediaan data yang valid, mutakhir, dan terhubung secara otomatis akan memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Selama konsinyering, peserta memperoleh pendampingan dari narasumber Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), serta tim pengembang aplikasi Kementerian Agama. Berbagai aspek teknis, regulasi, hingga penyelesaian kendala implementasi dibahas secara komprehensif guna memastikan seluruh satuan kerja memiliki kesiapan yang sama dalam mengoperasikan sistem baru.

Melalui partisipasi aktif dalam konsinyering ini, UIN Jurai Siwo Lampung semakin memantapkan langkah menuju birokrasi digital yang adaptif dan profesional. Integrasi SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan administrasi bagi pegawai, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan universitas dalam menghadirkan tata kelola yang modern, efisien, dan selaras dengan agenda reformasi birokrasi Kementerian Agama. ( )