Jakarta, metrouniv.ac.id – Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan benchmarking atau studi tiru terkait pengelolaan Beban Kerja Dosen melalui aplikasi SISTER BKD ke dua institusi, yaitu KOPERTAIS Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten serta Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, (19/6). Kegiatan ini berlangsung dalam rangka penguatan tata kelola akademik, penjaminan mutu, serta kesiapan kelembagaan dalam implementasi pelaporan BKD SISTER secara sistematis dan akuntabel.

Kegiatan studi tiru tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Nomor B-2670/Un.36/R/HM.00/6/2026 tertanggal 11 Juni 2026. Dalam surat tugas tersebut, delegasi UIN Jurai Siwo Lampung ditugaskan mengikuti studi tiru ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan KOPERTAIS Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten pada Selasa sampai Sabtu, 16–20 Juni 2026.
Pada kunjungan pertama, Rabu, 17 Juni 2026, delegasi UIN Jurai Siwo Lampung melakukan studi tiru dengan KOPERTAIS Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten. Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Wakil Koordinator KOPERTAIS Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten Prof. Dr. Sururin, Sekretaris Koordinator Dr. Abdul Muin, serta sejumlah unsur pengelola penjaminan mutu dari perguruan tinggi mitra. Dari UIN Jurai Siwo Lampung hadir unsur pimpinan dan pengelola, di antaranya Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., Muhammad Makhrus Saadon, M.M., Dr. Suryadi, M.Pd., Yuyun Yunarti, M.Si., Dr. Kisno, M.Pd., Novita Rahmi, M.Pd., Ghulam Murtadlo, M.Pd.I., Dr. Muhajir, M.Kom.I., Zulfi Anugerahwati, S.Kom., dan Muhamad Brilliant, M.T.I.
Dalam forum tersebut, KOPERTAIS Wilayah 1 berbagi pengalaman mengenai transformasi pelaporan BKD. Sebelum menggunakan SISTER, KOPERTAIS telah memanfaatkan sistem BKD online dengan penyimpanan eviden melalui Google Drive. Selain itu, KOPERTAIS Wilayah 1 juga mengembangkan SIPADU atau Sistem Pelayanan Terpadu yang menu-menunya dibuat menyerupai SISTER sehingga memudahkan proses pelaporan. SISTER dinilai membantu dosen dalam menyusun laporan secara lebih tertata, sistematis, dan terhubung dengan aplikasi lain seperti SINTA dan PDDIKTI.

Sejumlah praktik baik juga dibagikan dalam kegiatan tersebut. Dr. Marliza Oktapiani dari Universitas As-Syafiiyah menekankan pentingnya kerapian data Google Scholar dan SINTA dosen, pemenuhan bukti kinerja, serta keberadaan asesor ber-NIRA. Ia juga menyampaikan bahwa idealnya setiap fakultas memiliki satu operator SISTER untuk mendukung kelancaran pelaporan. Sementara itu, Dr. Syafii dari IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an) Jakarta menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pelaporan BKD SISTER adalah kesiapan data dosen, baik pada bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun unsur penunjang.

Kunjungan kedua dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Delegasi UIN Jurai Siwo Lampung diterima oleh jajaran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di antaranya Wakil Rektor I Prof. Dr. Ahmad Tholabi Karlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Ketua Tim SDM Naili Ulva Sa’adah, S.Kom., Kapus Mutu Kinerja Parhan Hidayat, M.Hum., serta tim LPM dan pengelola BKD SISTER UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam paparannya, Parhan Hidayat, M.Hum. menjelaskan bahwa pelaksanaan BKD SISTER di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah berjalan selama tiga semester. Pengelolaan sistem melibatkan beberapa unsur penting, antara lain admin SISTER dari SDM, admin PDDIKTI, dan admin BKD SISTER. Ia menekankan pentingnya pemenuhan kewajiban khusus dosen agar tidak menghambat proses kenaikan jabatan akademik, serta pentingnya memastikan dokumen seperti SK tugas tambahan dosen telah terunggah ke dalam sistem.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga berbagi pengalaman teknis mengenai alur pelaksanaan BKD SISTER, mulai dari pengisian BKD oleh dosen, proses summary, penilaian asesor, hingga penentuan dua asesor oleh admin. Beberapa hal strategis turut menjadi perhatian, seperti penjadwalan masa buka dan tutup pengisian BKD SISTER melalui koordinasi dengan DIKTIS, pengelolaan data asesor, penggunaan input manual secara terbatas untuk publikasi ilmiah tertentu, serta perlunya kesamaan persepsi asesor terhadap masa berlaku publikasi dosen.
Dari hasil benchmarking tersebut, terdapat sejumlah agenda penting yang perlu ditindaklanjuti UIN Jurai Siwo Lampung sebelum pelaksanaan BKD SISTER. Di antaranya adalah penyusunan surat edaran rektor tentang pelaksanaan BKD SISTER, penataan dokumen dosen yang mencakup homebase, data dosen tersertifikasi, dan tugas tambahan, perapian akun Google Scholar dan SINTA dosen, serta memastikan nama UIN Jurai Siwo Lampung dan data asesor telah tercatat pada sistem DIKTI.
Kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis UIN Jurai Siwo Lampung dalam memperkuat kesiapan kelembagaan menghadapi implementasi BKD SISTER. Melalui pembelajaran dari KOPERTAIS Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan mampu membangun tata kelola pelaporan kinerja dosen yang lebih tertib, terdokumentasi, berbasis data, dan selaras dengan sistem nasional pendidikan tinggi. ( )